Tampilkan postingan dengan label Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan

Negara Intelijen Indonesia


Pada tanggal 27 Agustus 1999, masyarakat pergerakan Islam dikejutkan oleh sebuah pemberitaan berkenaan dengan diresmikannya sebuah pesantren oleh Presiden B.J. Habibie, di Indramayu (Jawa Barat). Pesantren termegah di Asia Tenggara itu bernama Ma’had Al-Zaytun, yang dipimpin oleh Syaikh Al-Ma’had AS Panji Gumilang.

Yang membuat kalangan pergerakan terkejut bukanlah semata-mata karena kemegahan pesantren yang berdiri di tengah-tengah kemiskinan rakyat sekitarnya, tetapi terutama karena sosok yang bernama AS Panji Gumilang, yang tak lain adalah Abu Toto, alias Toto Salam.

Pada tanggal 14 Mei 2003 Jenderal AM Hendropriyono (dalam kapasitasnya sebagai Kepala BIN), atas nama Presiden RI (waktu itu) Megawati, memenuhi undangan Panji Gumilang untuk menancapkan patok pertama bangunan gedung pembelajaran yang diberi nama Gedung Doktor Insinyur Haji Ahmad Soekarno. Kehadiran Jenderal Hendropriyono ketika itu diikuti hampir seluruh pejabat tinggi BIN.

Pada Pemilu Legislatif 5 April 2004, terdapat sekitar 11.563 pemilih yang tersebar di 39 TPS Khusus Al-Zaytun, hampir seluruhnya (92,84 persen) diberikan kepada Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan Jenderal Purn. Hartono dan Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut—putri Soeharto). Selebihnya (618 suara) diberikan kepada Partai Golkar.

Tanggal 5 Juli 2004, masyarakat kembali dikejutkan oleh pemberitaan seputar Pemilihan Presiden, yaitu ketika Al-Zaytun berubah sementara menjadi ‘TPS Khusus’ yang menampung puluhan ribu suara (24.878 jiwa) untuk mendukung calon presiden Jenderal Wiranto. Ketika itu, puluhan armada TNIAD hilir-mudik mengangkut ribuan orang dari luar Indramayu yang akan memberikan suaranya di TPS tersebut. Dalam perkembangannya, hasil dari TPS Khusus ini dianulir.

Sebelum kasus penimbunan senjata oleh Brigjen Koesmayadi diungkap oleh KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso (yakni pada 29 Juni 2006), beberapa tahun sebelumnya sejumlah aktivis Islam pernah melaporkan kepada aparat kepolisian tentang adanya timbunan senjata di Al-Zaytun, pada sebuah tempat yang dinamakan Bunker. Laporan itu baru ditindak-lanjuti aparat kepolisian beberapa bulan kemudian, setelah ratusan senjata itu dipindahkan ke tempat lain, dan bunker tempat penyimpanan senjata sudah berubah fungsi. Senjata-senjata itu milik seorang jenderal aktif yang sangat berpengaruh pada masanya.


Dari rentetan fakta di atas, tampaknya sulit untuk membantah bila ada yang menyimpulkan bahwa Toto Salam alias Abu Toto adalah sosok yang disusupkan ke dalam gerakan Islam, dengan proyek mercusuarnya berupa Ma’had Al-Zaytun.

Sumber

~

Menegakkan Negara Islam

Akhir-akhir ini merebak isu NII KW 9, yang sebenarnya sudah lama ada di Indonesia. Sudah bukan rahasia isu NII KW 9 muncul kembali didalam sandiwara negeri ini yang di dalangi oleh pemerintahan sendiri. Negara Intelejen Indonesia ini cukup banyak mendapat dukungan dari berbagai parpol demi mendulang suara maupun lembaga pemerintahan.

NII KW 9 merupakan sebuah lembaga untuk memgkaburkan bagaimana indahnya Negara Islam. Lembaga ini memang di rancang orang dan badan yang membenci Negara Islam. namun adapulang sebagian para pemikir Islam mengatakan :”Kami terjun dalam pemilu dalam rangka mendirikan negara Islam.”

Persoalannya adalah bagaimana mungkin orang yang di awal langkahnva menginjak- nginjak Islam dapat menegakkan negara Islam dan menerapkan hukum syariat sementara dia sendiri adalah orang yang pertama kali mengalah dalam perkara syariat? Bukankah undang-undang pemilu adalah bagian dari UU sekuler yang diimpor dari Eropa?

Jawabnya :Tentu sebagaimana telah lalu.Bila mereka benar-benar ingin menegakkan negara Islam sesuai dengan ucapan mereka, kenapa mereka tidak memulainya dengan menolak pemilihan umum? Dan mengatakan, kami tidak menerima pemilu karena ia adalah sistem thaghut. Kami tidak pernah mendengar seorang pun dari mereka membantah bencana ini. Bahkan dengan tunduknya mereka kepada UU (barat) dalam perkara pemilu berarti mereka telah siap untuk berkompromi setiap kali mereka hendak memperbaiki hukum- hukum demokrasi. Bagaimana mungkin mereka ridha diatur oleh hukum ala barat lalu mengatakan, kami akan menegakkan hukum Allah? Ini semua hanya slogan kosong belaka.

Dan ini kami anggap sebagai sikap merendahkan diri dan memang mereka selalu mengalah. Sekedar contoh, mereka mengatakan :”Kami akan menegakkan negara Islam.”Dan mereka terus menggembar-gemborkan kalimat ini dalam beberapa masa kemudian kita tidak mendengar apapun melainkan mereka telah memiliki slogan baru yakni :”Sesungguhnya kami tidaklah menginginkan kecuali perbaikan sesuai dengan kadar kemampuan.”

Mereka mengalah dari rencana menegakkan negara sampai akhirnya menghendaki perbaikan menurut kadar kemampuan mereka. Padahal tidak diragukan lagi bahwa wajib bagi tiap kaum Muslimin untuk memperbaiki apa yang mereka mampu. Ayat ini adalah ucapan Nabiyullah Syuaib Alaihis Salam pada asalnya. Lantas mereka menjadikan agama dan ayat semata-mata hanya sebagai kumpulan slogan omong kosong.

Slogan terakhir yang mereka serukan merupakan bukti dari sekian banyak sikap mengalah mereka. Bisa diambil kesimpulan bahwa mereka telah gagal dalam memberikan gambaran yang lemah sekitar penegakkan daulah Islam. Dan mereka terus meniti tangga-tangga untuk mengalah. Kami sangat khawatir mereka akan menghilangkan yang masih tersisa pada mereka yakni Islam karena penyimpangan- penyimpangan dimulai sedikit demi sedikit hingga lepas semua. Maha Benar Allah yang telah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. An Nur : 21)

Perhatikanlah akhir dari “orang yang menginginkan perbaikan menurut kemampuannya”, ia memerintahkan untuk menyelisihi syariat dengan dalih kemaslahatan. Dan dia mengalah dari satu kebenaran merupakan sebab diturunkannya azab Allah di dunia dan di akhirat.

Allah Azza wa Jalla berfirman :”Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidak memperkuat(hati)mu niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka, kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.” (QS. Al Isra : 73-75)

Kalau begitu, apa artinya mengalah dan manfaat apa yang bisa diambil bila sikap mengalah ini mendatangkan azab Allah yang buruk di dunia dan di akhirat?

Firman Allah Azza wa Jalla :”Dan pastilah azab di akhirat lebih pedih dan lebih kekal.” (QS. Thaha : 127)Juga firman Allah lainnya :”Dan sesungguhnya azab di akhirat lebih hina sedangkan mereka tidaklah ditolong.” (QS. Fushilat : 16)

Orang-orang kafir di sini tidak menuntut kepada Nabi kita agar meninggalkan agamanya karena mereka tahu bahwa Nabi tidak akan melakukan hal itu. Namun mereka menuntut Nabi agar mengalah (memberi konsesi) meski dalam sebagian kecil kebenaran. Rabb kita telah menganugerahkan kepada Nabi kita dengan anugerah kebaikan dan pemahaman yang lurus serta ketegaran dan perlindungan ketika menghadapi orang-orang musyrik. Ayat ini memberikan faidah bahwa menggaet tokoh pimpinan dan penguasa agar mereka menjadi pelopor terdepan dalam barisan dakwah dalam takaran dakwah kepada Allah tidaklah diperbolehkan karena mengalah dalam perkara agama ini walau dengan dalih untuk mewujudkan kemaslahatan dakwah tidaklah diperbolehkan. Allah Azza wa Jalla telah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia :”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati- hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al Maidah : 49-50)

Al Quran Al Karim telah memperingatkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dari sikap mengalah kepada siapapun dan kekuasaan manapun, baik di bawah kendali orang- orang yahudi maupun musyrik. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam diminta untuk tidak keluar dan tidak goyah berhukum dengan hukum Allah Azza wa Jalla bahkan Allah mengancam Nabi-Nya dengan ancaman yang sangat keras dan siksa yang sangat menyakitkan apabila terjadi padanya kelancangan dalam menisbatkan hukum yang tidak difirmankan dan disyariatkan oleh-Nya.Allah berfirman :”Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.” (QS. Al Haqqah : 44-46)

Sungguh rugi orang yang menyangka bahwa dia akan hidup dengan selamat sementara pada saat yang sama dia banyak mengalah dalam perkara-perkara yang berkait dengan Islam. Padahal dia menempati kedudukan sebagai da’i, ulama, dan figur yang diteladani. Dan mereka belum juga berhenti dan terus menerus mengalah dalam berbagai perkara keislaman. Kepada Allah-lah tempat mengadu.

Sumber: Berbagai Sumber

~

Syaikh Usamah Syahid (Insya Alloh)

Ingatlah, bahwa jika benar Syaikh Usamah syahid (Insya Alloh), maka beliau tidak mati, namun tetap hidup di sisi Tuhannya dengan berlimpah rezeki.  Itulah nikmat bagi mereka yang berjihad di jalan-NYA.


Ikhwan Militan

~

Umar Patek Ditangkap di Pakistan?


Umar Patek, yang disebut-sebut terkait dengan Bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 88 warga Australia, dilaporkan telah ditangkap di Pakistan.
Penangkapan terhadap dirinya dinilai sangat berharga bagi intelijen karena mungkin akan memberikan banyak informasi tentang organisasi dan plot di masa mendatang.
Umar Patek diduga terkait kelompok Jamaah Islamiyah, ditangkap awal tahun ini di Pakistan (2/3/2011), ujar sumber-sumber intelijen asing beberapa hari lalu (28/3011).
Rincian mengenai apa yang dilakukannya di Pakistan masih belum jelas dan menimbulkan pertanyaan apakah ia berada di sana untuk merencanakan serangan di bawah perintah langsung petinggi Al Qaeda atau ada hal lain.
Patek (40), sangat dikenal oleh badan intelijen di seluruh dunia.
Dia diyakini menjabat sebagai komandan lapangan saat melakukan pemboman di klub malam di Bali.
AS menawarkan uang sebesar 1 juta USD untuk penangkapan Patek.
Berita penangkapan datang dari dua pejabat intelijen Indonesia dan Filipina.
Keberadaan tepat Patek tidak diketahui.  Keduanya berbicara dengan syarat anonim.
Sementara itu, pihak Mabes Polri mengaku belum menerima laporan mengenai hal ini.
"Belum ada kabar mengenai itu," ujar Kepala Biro Penerangan Umum Mabes Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana, seperti yang dilansir detikcom, Rabu (30/3/2011).  (haninmazaya/arrahmah.com)

~

Fakta! Anshor Thogut Asal Fitnah Anshorut Tauhid!

MER – C : “ Benar, JAT Sumbang Rp 300 Juta Untuk Program RS Indonesia Di Jalur Gaza”



MER-C membenarkan Jama'ah Ansharut Tauhid (JAT) adalah salah satu donatur untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza Palestina. Donasi yang sudah disumbangkan oleh lembaga pimpinan Ustadz Abu Bakar Baasyir sampai dengan saat ini berjumlah Rp 300 juta. Donasi dikirimkan melalui transfer ke rekening MER-C khusus untuk program Pembangunan RS Indonesia. Dana sebesar Rp 300 juta diberikan JAT dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 150 juta dikirimkan pada tanggal 14 April 2009, kemudian donasi tahap kedua dengan jumlah yang sama dikirimkan pada tanggal 14 Maret 2011. Amanah kedua donasi itu adalah untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza yang saat ini sudah mencapai proses pengumuman pemenang tender.

Sebagai sebuah LSM yang independen, dana yang diterima MER-C untuk program pembangunan RS Indonesia semuanya murni berasal dari masyarakat Indonesia baik itu perorangan, lembaga, institusi maupun perusahaan. Tidak ada bantuan (donasi) asing maupun bantuan (donasi) dari Pemerintah untuk program ini. Semua donatur dan masyarakat dapat mengecek donasinya di website MER-C karena laporan ini kami tampilkan secara transparan dan rutin di website MER-C yang beralamat di www.mer-c.org. Karena semua dananya berasal dari masyarakat Indonesia, maka Rumah Sakit di Gaza diberi nama RS INDONESIA.

Pemerintah RI memang sempat berkomitmen untuk ikut membantu program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Bahkan pada Juni 2010, Ketua DPR RI dan rombongan telah melakukan prosesi peletakan batu pertama di lokasi tanah RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara.

Namun ternyata Pemerintah RI tidak menepati komitmen yang telah disepakati dengan melakukan penandatanganan MOU Pembangunan “Cardiac Center” dengan Islamic Development Bank (IDB) pada tanggal 7 Februari 2011 lalu.
Pemerintah berdalih bahwa alasan tidak jadi membangun RS Indonesia dan mengalihkan bantuan ke program yang lain dengan IDB adalah karena sulitnya lahan dan izin untuk RS. Demikian pernyataan yang selalu dikatakan oleh Menkes RI yang dikutip oleh sejumlah media. Tentu saja hal ini tidak benar dan merupakan suatu kebohongan karena lahan dan izin untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza sudah didapat oleh MER-C sejak tahun 2009. Bahkan lahan untuk RS Indonesia sendiri merupakan waqaf dari Pemerintah Palestina di Gaza dengan luas mencapai 16.261 m2.
Krisis kepercayaan diri memang sedang melanda negeri ini termasuk Pemerintah RI. Pemerintah RI lebih percaya dan memilih untuk bekerjasama dengan lembaga asing (red: IDB) daripada menjalankan program dengan menggunakan tenaga dan kemampuan sendiri.

Namun, dengan ataupun tanpa bantuan dana dari Pemerintah, MER-C tetap melanjutkan program Pembangunan RS Indonesia. Sudah 8 bulan ini, MER-C menempatkan 7 relawannya di Gaza untuk mengawal proses pembangunan RS Indonesia hingga pembangunan RS ini selesai. Dalam waktu dekat, MER-C akan mengirimkan timnya lagi ke Gaza untuk melakukan kontrak dengan pemenang tender dan diharapkan pembangunan bisa dimulai pada April 2011.
Sumbangan dari masyarakat Indonesia seperti JAT dan yang lainnya akan sangat membantu sehingga program pembangunan RS Indonesia bantuan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza Palestina bisa segera


Shourche: http://saveabb.com/index.php/news/287-mer-c-benar-jat-sumbang-rp-300-juta-untuk-program-rs-indonesia-di-jalur-gaza

~

The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian) Pengirim Paket Bom Buku ?


The Lone Wolf atau Adz Dzi'bul Munfarid (Serigala yang Sendirian) adalah sebuah istilah yang popular ketika Taimur Abdulwahab Al Abdaly, pria berkebangsaan Swedia yang juga pernah menghabiskan waktunya di Inggris melakukan pemboman di Stockholm, Swedia, Sabtu, 11 Desember 2010. Sebelumnya, pada tanggal 30 September 2010 jam 08.00 WIB, di kawasan pasar Sumber Artha Kalimalang, Jakarta Timur, Ahmad bin Abu Ali meledakkan bom sepeda yang dikendarainya. Mungkinkah The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian) yang mengirimkan paket bom buku ?
Pesan jihad dari The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian)
Taimur Abdulwahab Al Abdaly mengirimkan pesan jihad melalui teks singkat dari pesan audio yang dilampirkan ke email yang dikirimnya ke kantor berita TT Swedia, sesaat sebelum dua ledakan di Stockholm, pada hari Sabtu, 11 Desember 2010.
"Dalam nama Allah yang penyayang. Sholawat dan salam atas Nabi Muhammad, saw.
"Terima kasih kepada Lars Vilks dan lukisan tentang  Nabi Muhammad, saw, dan tentara Anda di Afghanistan dan kebisuan anda pada semua ini sehingga  anak-anak anda, anak perempuan, saudara-saudara anda mati dengan cara yang sama sebagaiman saudara dan saudari  dan anak kami meninggal.
"Sekarang negara-negara Islam telah memenuhi apa yang mereka janjikan pada anda. Di sini, di Eropa dan di Swedia, kami adalah kenyataan, bukan penemuan, aku tidak akan mengatakan lebih lanjut tentang ini.
"Tindakan kita akan berbicara sendiri, selama Anda tidak mengakhiri peperangan terhadap Islam dan penghinaan Nabi Saw dan dukungan bodoh Anda untuk Vilks babi.
"Untuk semua Muslim di Swedia, aku berkata: berhenti menjilat dan memalukan dirimu untuk kehidupan yang menghinakan jauh dari Islam. Bantulah saudara dan saudari anda dan tidak takut apa pun atau siapa pun, hanya menyembah Allah saja!!!
"Untuk keluarga saya, cobalah untuk memaafkan saya. Saya tidak bisa duduk dan menonton sementara semua ketidakadilan yang terjadi terhadap Islam dan Nabi Muhammad, saw, ketika Vilks babi melakukan apa yang dia lakukan.
"Maafkan aku karena kebohongan saya. Aku tidak pernah pergi ke Timur Tengah untuk bekerja atau mencari uang, saya pergi ke sana untuk jihad. Saya harap Anda dapat mengerti saya beberapa waktu.. Aku tidak pernah bisa memberitahu Anda semua ini atau kepada siapa pun."
Taimur, "Serigala yang Sendirian" asal Luton, Inggris ini tidak bisa tinggal diam atas tindakan Lars Vilks, kartunis Swedia yang menggambar nabi Muhammad SAW., menyerupai hewan babi tiga tahun silam, juga kebijakan pemerintahan Swedia yang mengirimkan 500 tentaranya untuk ikut membantai kaum Muslimin di Afghanistan.
Ahmad bin Abu Ali, "Serigala yang Sendirian" yang tidak memiliki tempat tinggal tetap ini meninggalkan dua lembar pesan jihad yang ditemukan di dalam sakunya.
Lembar Pertama :
"Ini adalah pembalasan pada kalian sekutu-sekutu setan karena menghukum mati dan membunuh mujahidin kami. Kami siap mati demi agama yang mulia".
Lembar Kedua :
"Bom syahid ini adalah untuk kalian semua orang-orang kafir, kalian akan kami kejar walaupun kalian ke awan. Kematian kalian pasti. Mujahidin masih hidup di Indonesia".
Beberapa nama lagi bisa dicatat sebagai kafilah The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian), seperti Mayor Nidal Hasan, seorang dokter militer yang menembaki 13 tentara Amerika di markas militer Fort Hood, Texas. Juga Umar Farouk Abdulmutallab, pemuda asal Nigeria yang berusaha meledakkan bom dalam bajunya dalam penerbangan menuju Detroit, pada natal tahun lalu.
Dalam barisan The Lone Wolf ini terdapat pula nama seorang Muslimah, Roshonara Choudry, asal London, Inggris. Muslimah ini menikam Timms, mantan menteri perburuhan Inggris dua kali di Beckton, London timur pada bulan Mei 2010. Roshonara melakukan tindakan berani itu untuk menghukum Timss karena menyetujui perang Irak.
Syekh Muhammad Al Sana'ani dalam majalah Inspire Edisi 4 menulis sebuah artikel berjudul 'Roshonara & Taimur : Followers of The Borderless Loyalty'. Syekh Muhammad Al Sana'ani dalam artikel tersebut mengatakan bahwa Roshonara Choudhry dan Taimur adalah contoh bagaimana Loyalitas Tanpa Batas (The Borderless Loyalty) yang dimiliki Islam.
Roshonara telah membela umat Islam di manapun mereka berada dengan apa yang dapat dilakukannya! Hendaknya orang-orang laki dari ummat ini bisa mengambil contoh dari wanita ini jika mau selamat di hari akhirat nanti, sambungnya.
Sementara itu, Taimour menurut Syekh Muhammad telah melakukan kewajibannya atas negeri Swedia yang telah mengirimkan pasukannya ke bumi Islam Afghanistan dan atas penghinaan kartunisnya kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Hendaknya tindakan ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintahan Swedia untuk berfikir ulang dan menarik pasukannya dari Afghanistan. Sebuah ide loyalitas tanpa batas tidak akan pernah mati, ujarnya!
The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian) pengirim paket bom buku ?
Hingga kini, belum ada satu pihak pun maupun perorangan yang mengaku bertanggung jawab atas paket bom buku yang beredar belakangan ini. Biasanya, jika ada pengakuan, maka akan terdapat pula pesan atau alasan mengapa paket bom buku tersebut disebarkan.
Karena itu, saat ini simpang siur analisa, kajian, bahkan tuduhan-tuduhan kepada kelompok tertentu. Belum terfikir kemungkinan bahwa The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian) adalah pengirim bom buku yang beredar beberapa hari belakangan ini.
Kisah Abu Bashir dan Abu Jandal, dua orang "Sahabat" di masa Rasulullah SAW., kemungkinan menjadi inspirasi bagi para The Lone Wolf untuk beraksi. Dikisahkan Abu Jandal bin Suhail dan Abu Bashir yang lepas dari penawanan musyrikin Quraisy di saat diberlakukan Perjanjian Hudhaibiyah, membentuk kelompok sendiri dan beraksi sendiri mencegat kafilah Quraisy yang keluar ke Syam.
Selain itu, terdapat dalil wajibnya berperang meskipun seorang diri, yang dikenal dengan sebutan Jihad Fardhiyah atau jihad perorangan.
 "Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Dan kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan Amat keras siksaan(Nya)". (QS. An Nisa : 84)
Ayat di atas menerangkan tentang perintah agar berperang (meski seorang diri) dan mentahridh (menyemangati) orang-orang yang beriman untuk berperang, dan dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat dalam kondisi jihad difa'i atau jihad bertahan.
Dalam aksi jihad pribadi ini jangan dibayangkan sebuah serangan besar yang spektakuler terhadap target musuh yang membutuhkan persiapan yang banyak, personal, logistik dan strategi yang canggih. Ini adalah sebuah aksi seorang diri dan dipersiapkan sendiri. Hanya saja, bagaimana membuat aksi personal ini dapat menimbulkan efek teror yang besar terhadap musuh.  
Aksi The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian) ini dianalisa sangat efektif dilakukan di tengah kesulitan dan minimnya sumber daya yang ada atau bisa dikatakan sebagai paket bom murah meriah. Selain itu, aksi semacam ini sangat sulit untuk dideteksi dan diungkap, sebagaimana paket bom buku yang saat ini tengah terjadi. Jikapun terungkap, pelakunya diperkirakan hanya 1-2 orang saja.
Dalam Inspire Edisi 3 diangkat sebuah tema yang kurang lebih membahas paket bom murah meriah. Dengan hanya Rp. 42 juta saja atau $ 4,200, Al Qaeda telah melumpuhkan industri penerbangan Amerika Serikat dan barat. Paket bom murah meriah yang dikirim dari Yaman ke AS tersebut akhirnya menimbulkan peringatan keamanan di seluruh dunia.
"Operasi telah berhasil dalam mencapai tujuan. Kami bersyukur kepada Allah karena rahmat-Nya, " demikian kata pengantar redaksi dalam Inspire edisi 3.
Paket bom murah meriah ini dinamakan "Operasi Hemorrhage" alias operasi paket bom untuk AS, dengan harga operasional yang murah.
"Dua hand phone Nokia, masing seharga US $ 150, dua printer HP, masing-masing seharga US $ 300, ditambah biaya pengiriman, transportasi dan biaya tambahan lain-lain hingga total biaya sebesar US $ 4.200," ujar mujahidin AQAP.
Biaya paket bom buku mungkin lebih murah lagi dari "Operasi Hemorrhage". Namun, tetap belum bisa dipastikan, apakah paket bom buku yang terjadi baru-baru ini juga terinspirasi "Operasi Hemorrhage" atau paket bom murah meriah? Apakah pelakunya juga dari kafilah The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian)? Kalau benar demikian, apa pesan yang ingin disampaikannya?
Apa pesan paket bom buku ?
Tidak mudah memastikan pesan apa yang ingin disampaikan oleh pengirim paket bom buku, sebelum ada rilis resmi dari pelaku sendiri. Namun, sebagaimana telah banyak analisa dan kajian serta prediksi yang bermunculan, pesan dari paket bom buku tersebut juga bisa diperkirakan.
Paket bom buku pertama, ditujukan kepada Ulil, tokoh JIL, yang anti syariat Islam dan konsisten menyebarkan pemikiran anti Islamnya. Jika judul buku ("Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin") dijadikan panduan untuk mengungkap pesan tersembunyi pengirim paket bom buku, maka jelas dosa-dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin menjadi penyebab dirinya dijadikan target.
Sang penulis sekaligus pengirim paket bom buku, Drs Sulaiman Azhar Lc menganggap Ulil layak untuk dijadikan target paket bom buku yang dikirimnya, sebagaimana juga dikirimkan kepada Komjen Gories Mere, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN), dengan judul yang sama "Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin".
Gories Mere, jenderal Kristen bintang tiga ini dikenal memiliki track record buruk terhadap Islam dan Kaum Muslimin. Dia diketahui selalu ikut serta dalam setiap penyiksaan para aktivis Muslim yang ditangkap dan dituduh teroris. Jenderal Kristen ini juga ditengarai berada di balik Satgas Antibom yang kerap menyiksa para tahanan Muslim yang ditangkap dengan tuduhan terorisme. Jabatan Gories di BNN tidak menghalanginya untuk ikut campur dalam setiap perkara terorisme.  
Paket bom buku ketiga dikirimkan kepada Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno, dan berbeda judul dengan dua paket bom buku sebelumnya. Kepada Yapto, sang pengirim paket bom buku, mengirimkan sebuah buku berjudul "Apakah Masih Ada Pancasila". Jenis pertanyaan pada judul buku yang dikirimkan ke Yapto tidak membutuhkan jawaban, melainkan sebuah pernyataan terbalik, yakni sudah tidak ada lagi Pancasila!
Paket bom buku terakhir dikirim untuk Ahmad Dhani, musisi nyentrik, yang tindakannya dikenal kontroversi. Kali ini sang pengirim paket bom buku menggunakan nama Alamsyah Muchtar, beralamat di Jalan Darmaga No 21, Bogor Jawa Barat. Dengan modus yang sama, yakni meminta kata pengantar, kali ini untuk sebuah buku berjudul "Yahudi Militan".
Ahmad Dhani, selama ini memang dikenal berdarah yahudi dan secara terang-terangan menyatakan dirinya sebagai pendukung ide sesat pluralisme. Tindakan Dhani seringkali kontroversi dan kadang sangat menyinggung Islam dan Kaum Muslimin. Dhani pernah memuat lafadz Allah pada lambang grup musik Dewa, yang lalu diinjak-injaknya.
Dhani diyakini berdarah yahudi dan bangga akan keyahudiannya. Di beberapa tulisan di internet, misalnya, disebutkan bahwa di album Dewa (2004), tertulis Dhani Thanks To:) Jan Pieter Frederich Kohler (Thanks for The Gen).
Tulisannya itu dianalisis banyak orang sebagai pernyataan syukur Ahmad Dhani karena ia memiliki keturunan (gen) Yahudi. Jan Pieter Frederich Kohler diyakini sebagai kakeknya, ia ayah dari ibu kandung Ahmad Dhani yang bernama Joyce Theresia Pamela Kohler. Jan Kohler diyakini sebagai orang Yahudi Jerman.
Ahmad Dhani sering menampilkan lambang-lambang Yahudi. Misalnya, pada cover album pertama Dewa 19, terdapat gambar piramida tak sempurna yang terpancung di bagian ujungnya. Piramida itu diyakini sebagai lambang gerakan Masonis yang diusung kaum Yahudi. Lambang itu juga terdapat dalam uang 1 dolar AS.
Dalam salah satu lagunya di album Laskar Cinta yang berjudul Satu ia menampilkan syair yang merupakan manifestasi paham sesat wihdatul wujud (bersatunya mahluk dengan pencipta).
Lengkaplah sudah pesan apa yang ingin disampaikan oleh sang pengirim paket bom buku. The Lone Wolf (Serigala yang Sendirian) ini tidak bisa menerima dan tidak bisa berdiam diri terhadap orang-orang yang memusuhi Islam dan Kaum Muslimin, seperti Ulil dan Gories Mere. Sang pengirim pesan juga mempertanyakan kepada publik dan siapapun tentang Pancasila, apakah masih ada dan akan terus bertahan ? Terakhir, sang pengirim pesan memperingatkan Dhani, yang dianggapnya sebagai Yahudi Militan. Betulkah demikian?
Wallahu'alam bi showab!
By: M. Fachry
International Jihad Analysis


Source: http://arrahmah.com/read/2011/03/21/11471-the-lone-wolf-serigala-yang-sendirian-pengirim-paket-bom-buku-.html#ixzz1I2a3rsvk

~

Yth(Yang Terhina atau Terhormat), Ulil Abshar Abdalla


Kepada : Yth, Ulil Abshar Abdalla
di
Tempat


Hal: Permohonan memberikan kata pengantar buku dan interview yang ditulis dengan huruf cetak tebal dan diberi garis bawah.


Lampiran: 1 (1) Bundel Buku
Dengan hormat,
Bersamaan dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama: Drs. Sulaiman Azhar,Lc
Alamat: Jl. Bahagia Gang Panser nomor 29
Ciomas, Bogor, tlp 0813 3222 0579
Pekerjaan: Penulis


Sedang dalam proses penyelesaian penulisan buku yang urgensinya sangat erat dengan peran aktif Bapak,


dalam lembaga yang Bapak pimpin. Penulis bermaksud mengajukan permohonan sudi kiranya memberikan kata


pengantar dalam buku saya.


Judul Buku: Mereka harus dibunuh karena dosa-dosa mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Tema: Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas di bunuh.
Jumlah: 412 halaman.


Saya siap untuk melakukan interview dengan Bapak mengenai karya kecil ini.


Atas kerjasama dan kesediaan memberikan perhatian, serta waktu, saya ucapkan terima kasih



Hormat saya Drs. Sulaiman Azhar

Penulis.

Dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin

Tidak aneh jika Ulil, tokoh JIL menjadi target pembunuhan. Track record lelaki kelahiran Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1967 ini sudah dikenal "anti" syariat Islam. Pada 18 November 2002, Ulil menulis artikel di harian umum Kompas berjudul "Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam" yang menuai fatwa hukum mati dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).

Dalam artikel yang menghebohkan tersebut, Ulil mengobok-obok Islam sesadis-sadisnya yang tentu saja menjadi dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin paling parah dan takkan pernah terlupakan. Dalam artikel tersebut Ulil menistakan syariat Islam, dan menganggapnya hanya sebagai budaya Arab.

"Aspek-aspek Islam yang merupakan cerminan kebudayaan Arab, misalnya, tidak usah diikuti. Contoh, soal jilbab, potong tangan, qishash, rajam, jenggot, jubah, tidak wajib diikuti, karena itu hanya ekspresi lokal partikular Islam di Arab. Aspek-aspek Islam yang merupakan cerminan kebudayaan Arab, misalnya, tidak usah diikuti. Contoh, soal jilbab, potong tangan, qishash, rajam, jenggot, jubah, tidak wajib diikuti, karena itu hanya ekspresi lokal partikular Islam di Arab."

Ulil tidak mengimani syariat Islam atau yang disebutnya sebagai hukum Tuhan.

"Menurut saya, tidak ada yang disebut "hukum Tuhan" dalam pengertian seperti dipahami kebanyakan orang Islam. Misalnya, hukum Tuhan tentang pencurian, jual beli, pernikahan, pemerintahan, dan sebagainya. Yang ada adalah prinsip-prinsip umum yang universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut sebagai maqashidusy syari'ah, atau tujuan umum syariat Islam."

Lebih jauh, Ulil juga menghina insan termulia dalam Islam, nabi Muhammad SAW., dan menganggapnya banyak kekurangan.

"Bagaimana meletakkan kedudukan Rasul Muhammad SAW dalam konteks pemikiran semacam ini? Menurut saya, Rasul Muhammad SAW adalah tokoh historis yang harus dikaji dengan kritis, (sehingga tidak hanya menjadi mitos yang dikagumi saja, tanpa memandang aspek-aspek beliau sebagai manusia yang juga banyak kekurangannya), sekaligus panutan yang harus diikuti (qudwah hasanah).

Ulil bahkan membenarkan semua agama, mencampuradukan dan mengatakan kebenaran Islam ada dalam filsafat Marxisme.

"Saya berpandangan lebih jauh lagi: setiap nilai kebaikan, di mana pun tempatnya, sejatinya adalah nilai Islami juga. Islam-seperti pernah dikemukakan Cak Nur dan sejumlah pemikir lain-adalah "nilai generis" yang bisa ada di Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, Yahudi, Taoisme, agama dan kepercayaan lokal, dan sebagainya. Bisa jadi, kebenaran "Islam" bisa ada dalam filsafat Marxisme."

Dari artikel Ulil di tahun 2002 yang dimuat Kompas saja, dosa-dosa Ulil kepada Islam dan kaum Muslimin dianggap tidak dapat diampuni. Sayangnya, Ulil tidak berhenti menghina Islam dan kaum Muslimin.

Di tahun 2005, dari Boston dia menulis sebuah surat yang lagi-lagi menistakan Islam dan menbuat heboh. Dalam surat tersebut Ulil mengatakan yang salah saat ini bukan hanya umat Islam, tetapi Islam itu sendiri.

"Menurut saya, memang ada yang salah saat ini, bukan pada umat Islam, tetapi pada Islam itu sendiri. Kalau hal ini tidak diakui, maka "kultur kematian" (saya tak mau menyebutnya sebagai "martyrdom") seperti yang meledak di Bali itu akan terus-menerus mewarnai Islam,
di masa-masa mendatang. Hanya saat umat Islam menyadari kesalahan itu, dan mengakuinya sebagai sejenis penyakit, maka mereka akan segera bergegas ke
dokter, dan mencari pengobatan. "Politic of denial", menolak terus-menerus, sambil mengatakan bahwa "Ini bukan Islam, ini oknum," hanya memperpanjang umur penyakit itu, akan membuatnya kian kronis, dan menggerogoti Islam sendiri. Kultur itu hanyalah
parasit yang harus segera dipotong."

Dosa Ulil dan JIL Menuai Adzab & Bencana

Dosa-dosa Ulil secara khusus dan JIL secara umum terhadap Islam dan Kaum Muslimin tersebut bisa jadi merupakan penyebab dirinya dikirimi paket buku berisi bom. Hal ini terlihat dari judul buku "Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin" yang dikirim seseorang bernama Drs. Sulaiman Azhar, Lc dan mengaku berasal dari Ciomas, Bogor.

Dalam surat tersebut, pengirim menjelaskan bahwa tema bukunya adalah "Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas dibunuh". Dalam buku berjumlah halaman 412 tersebut, nama Ulil tentu saja dipastikan ada walaupun entah di urutan keberapa dan apakah buku tersebut betul-betul telah ditulis dan diterbitkan.

Nama Ulil dalam buku berjudul "50 Tokoh Islam Liberal Indonesia" yang ditulis oleh Budi Handrianto dan diterbitkan oleh Hujjah Press, menempati urutan ke 48 dan termasuk ke dalam kategori "Para Penerus Perjuangan" JIL Indonesia. Di urutan ke 49, terdapat nama Zuhairi Misrawi, yang uniknya juga nyaris dibunuh karena kiprahnya di JIL. Juga Masdar F Mas'udi (urutan ke 19 dan masuk kategori senior JIL).

Berikut kronologis peristiwanya sebagaimana terdapat dalam buku "Kekafiran Berfikir Sekte Paramadina, Wihdah Press, 2004, hlm 146).

Medio Februari 2004 publik muslim Mesir dan Indonesia geger dengan peristiwa ancaman bunuh terhadap Masdar F Mas'udi dan Zuhairi Misrawi oleh Limra Zainuddin, Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Masdar F Mas'udi, Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jum'at sore di bulan Februari 2004 berada di Hotel Sonesta, Kairo. Ia berada di sana karena memiliki gawe bertajuk "Pendidikan dan Bahtsul Masail Islam Emansipatoris". Acara ini akan dilangsungkan di hotel bintang lima tersebut, Sabtu hingga Senin. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama P3M, Kekatiban Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), dan organisasi mahasiswa setempat, "Sanggar Strategi TEROBOSAN". Pesertanya sekitar 75 mahasiswa Indonesia di Mesir yang mewakili sejumlah simpul. Pemikir Mesir, Prof.Dr.Hassan Hanafi dan Dr.Youhanna Qaltah, dijadwalkan menjadi pembicara.

Sore itu, Limra mendatangi hotel untuk menolak acara tersebut. Setelah menemui manajer hotel, ia bertemu panitia dari unsur mahasiswa Indonesia di Kairo. Limra menyebutkan alasan menolak acara, karena lontaran pemikiran Zuhairi dianggap meresahkan masyarakat.

"Peryataan Zuhairi tentang shalat tidak wajib. Dan permasalahan muslim menikahi wanita musyrik," kata Limra. "Juga pendapat Masdar tentang haji," Limra menambahkan. Baru beberapa menit Limra berada di lobi hotel, kemudian muncul Masdar bersama beberapa mahasiswa.

Limra menyampaikan tembusan surat keberatan PPMI kepada Masdar. Surat tertanggal 5 Februari 2004 itu meminta Duta Besar RI untuk Mesir meniadakan acara yang akan digelar Zuhairi Misrawi selaku koordinator Program Islam Emansipatoris P3M. Penolakan itu, katanya, berdasar aspirasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Ujung surat PPMI itu menyiratkan ancaman. "Bapak sudah bisa membaca apa yang terjadi, bila acara Zuhairi tetap dilaksanakan." Menanggapi persoalan itu, Masdar berusaha mendinginkan suasana dengan menawarkan dialog. Limra menolak, dengan alasan hanya buang-buang waktu. Ia menilai pandangan Masdar tentang pelanggaran waktu haji telah mengungkit akidah. "Itu sekedar pemikiran. Anda tidak harus mengikutinya," kata Masdar, berargumentasi. "Pokoknya tidak bisa," ujar Limra dengan nada tinggi. "Saya sudah capek mengurus persoalan seperti ini, sampai program saya terbengkalai. Sejak lebaran, saya sudah marah. Sampai sekarang saya masih marah."

Masdar lalu menantang, "Seandainya acara ini tetap dilaksanakan, apa akibatnya ?" Limra menanggapinya dengan melontarkan ancaman akan membunuh Masdar. Dengan tenang, Masdar meledek Limra, "Bisa enggak saya dibikinkan surat ancaman bahwa saya akan dibunuh?" Dan Limra pun berkelit, "Saya hanya bisa lewat lisan, saya banyak pekerjaan."

Masdar kembali melontarkan pertanyaan, "Jadi, sama sekali enggak ada jalan keluar?" Limra naik pitam. Napasnya terengah-engah. Tangan kanannya mengambil asbak di meja, lalu diacungkan ke muka Masdar. "Apa perlu Bapak saya bunuh sekarang?" Limra membentak.

Dalam teks yang lain (ancaman itu dikutip dalam catatan kronologi bikinan tim panitia yang beredar di milis para mahasiswa Universitas al-Azhar, Mesir), Limra antara lain menyatakan : "Saya akan membunuh Bapak atau Zuhairi. Kalau bukan Bapak yang mati, atau Zuhairi, maka saya yang mati. Pilihannya mayat saya, mayat Bapak atau Zuhairi. Kalau Bapak masih bersikeras, saya sendiri yang akan membunuh Bapak."

Kejadian serupa, dengan tokoh liberal asal Mesir juga pernah terjadi, menimpa Dr. Faraj Faudah (1945-1993). Dr.Faraj Faudah terbunuh setelah peristiwa "debat besar" antara kelompok sekuler di Mesir dengan kelompok Islam, tahun 1992. Dr. Faraj Faudah terbunuh enam bulan setelah acara debat, yaitu pada April 1993, di Mesir.

Syekh Muhammad Al-Ghazali yang menjadi 'teman debat' Faudah didatangkan oleh pengadilan sebagai saksi ahli atas terbunuhnya tokoh sekuler itu. Kesaksian Al-Ghazali ini kemudian ramai di media massa Mesir, ada yang pro dan kontra. Hal ini karena teryata di pengadilan Al-Ghazali menyatakan tegas bahwa orang yang mengaku muslim tapi menolak terang-terangan pelaksanaan syari'at Islam dan mengajak untuk mengganti syari'at Allah dengan syari'at thaghut, maka orang itu telah keluar dari agama Islam alias murtad.

Syekh Umar Bakri Muhammad dalam sebuah artikel di Majalah Shariah berjudul The Secularist's Attack on Islam and Muslim mengungkapkan bahwa terdapat orang-orang Islam tetapi mempropagandakan ide-ide bukan Islam. Sifat dan perbuatan jahat orang-orang tersebut sudah tidak terhitung lagi banyaknya, bahkan mereka adalah ancaman paling berbahaya bagi keberadaan kaum Muslimin dan kemunculan kembali khilafah, karena mereka adalah "ancaman" yang tidak terlihat (munafik).

Abdurrahman Al Maliki dalam Nidzomul Uqubat fil Islam, memasukkan aktivitas penyebaran ideologi kufur ke dalam sanksi jenis ta'zir, yaitu sanksi yang ditetapkan atas tindakan maksiyat yang di dalamnya tidak ada had dan kifarat .

"setiap orang yang melakukan aktivitas penyebaran ideologi kufur, atau pemikiran kufur, maka akan dikenakan sanksi penjara mulai 2 tahun hingga 10 tahun. Hal ini jika orang tersebut bukan muslim. Jika pelakunya seorang muslim, maka kepadanya ditetapkan hukum murtad, yakni dibunuh. Dan setiap orang yang melakukan penyebaran agama kufur di tengah-tengah kaum muslimin, maka ia akan dikenakan sanksi serupa."

"Setiap tulisan atau seruan yang mengandung celaan terhadap salah satu dari akidah kaum Muslim, maka pelakunya akan dikenakan sanksi penjara mulai dari 5 tahun sampai 15 tahun, jika pelakunya bukan muslim atau celaannya tidak sampai mengkafirkan pengucapnya. Namun jika pelakunya seorang muslim dan jika celaan tersebut dapat mengkafirkan pengucapnya, maka ia akan dikenakan sanksi murtad (hukuman mati)."

Wallahu'alam bis showab!

Sumber: Ar Rahmah Media Network and other Media

~