Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair. Tampilkan semua postingan

Kita Bertanya, Al-Qur’an Menjawabnya

Oleh: Muhammad Jibriel Abdul Rahman

Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah; KENAPA AKU DIUJI?, KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?, AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb..

Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan wangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah...dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah...

Solusinya adalah...


Kembali kepada Al Qur'an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa'alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali...Subhanallah...

Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini...

Bismillah.....


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)


KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - (QS Al-Baqarah ayat 216)

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."- (QS Al-Baqarah ayat 286)

KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - (QS Al-Imran ayat 139)

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - (QS. Al-Imran ayat 200)

KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - (QS Al-Baqarah ayat 45)

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - (QS At-Taubah ayat 111)

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

AL-QUR'AN MENJAWAB:

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - (QS At-Taubah ayat 129)

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!

AL-QUR'AN MENJAWAB:


"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - (QS Yusuf ayat 12)


Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................

Wallahu a'lam bish showab...

Sumber: Ar Rahmah Media

~

We Cried

 By: Our Brother in One of Jehad Land

We cried when our mothers, sisters, daughters and wives were raped right in front of our very own eyes
The day when we were forced to watch this so-called ?Entertainment Show-

We cried when we saw them lying helplessly on the floor
All bruised and injured as tears streamed down their fragile cheeks

We cried when they could not and would not even look at us in the eye
Slowly yet gradually their separation grew from their husbands, brothers and fathers

They did not know what to say
Or what to do
Confusion swarmed in their heads

They would sit quietly in the house
In the corner of the room
Starring in to space

-Angry Indeed They Were-
Questioning themselves:
?Why Me? Why! Why! Why!?

Revenge is embedded in their hearts
As the anger grows
The need to kill those who raped them grows

They never lost faith or Tawakkul in Allah (Jallalahu)
They knew He (SWT) will reward them with something better than what they have in this Duniya
That they will feel purified when in Jannah
-Insha?Allahu Ta?aala-

We cried when our fathers, brothers, husbands and sons were tortured, abused and murdered right in front of our very own eyes
We could hear them screaming:
ALLAHU AKBAR

We cried as they [The Kaafirs] slowly peeled the flesh of our conscious brothers, sons and husbands and from the naked body of our fathers

We cried as we heard their screams of agony
-In Pain They Were Indeed-
But even when being brutally tortured by the Shayateen
They continuously glorified Allah (SWT)
Never did they forget Him (SWT)
Always had faith and indeed Tawakkul in Him (SWT)

We cried the day our baby brothers, sisters, sons and daughters
-Those Innocent Innocent Children-
Were raped, bombed and shot at

What was their crime?
Only that they [The Children] would follow in the footsteps of their Mujahid fathers
In the footsteps of their Shaheed parents

But I will never come to know as to why these dirty hypocrites would want to rape a child!!!!

These Kaafirs fear Muslim children
You see when one stone is thrown at them [the Kaafirs]
It will feel like bullets being shot at them blank point
Right in their dirty infested hearts

Little children getting arrested
And getting sent to the Israeli cells
These little kids
Who have not yet matured
Some who have not yet even been potty trained
Who should be with their mothers
Are instead locked behind bars

We cried the day the Kaafirs separated us from our families
Took away our dignity
Killed our sons, daughters, fathers, mothers, husbands and wives, brothers and sisters
And put our kids in jail

We cried as we helplessly watched the Kaafirs mutilate the bodies of al-Shaheed
We watched on with tears streaming down our face as they played with the bodies of al-Shaheed
By sticking cigarettes in their mouths
By cutting them up
And taking their organs out

-What a Sick, Sad and Indeed Twisted Sight it is and Was-

But you know what ?
We have cried way too much
We have sat quietly long enough
We must unite and take our lands back
Take back what rightly belongs to us

We must destroy the Kufaar
We must make them tremble with fear
We must get them out of our lands
And show them the unity of the Muslims
-That Indeed we are One-

Too many tears have indeed been shed
Now it is the time to shed the Kaafirs Blood

Sourche: Ar Rahmah Forum

~

Ini Darah Kami, Mana Darah anda??

Oleh: Umminya Faris

Di sini kami mencari kematian, kemenangan hanya di sisi ALLOH. Saat anda tertidur dalam kehangatan selimut daging-daging manusia Bosnia, dalam kesejukan atap-atap runtuh Chechnya, dalam kelembutan kehormatan wanita Afgan, dalam mimpi indah daratan Palestina, dalam buaian dongeng rakyat Irak.

Kami merayap mencari mati. Kami tidak ingin tidur. Kami takut dengan kesenangan dunia, kami takut seperti anda, kelak menjadi tamak. Tamak pada kesenangan semu, tamak pada kesombongan, tamak pada kebohongan. Kami haus darah. Darah anda, teriakan kesakitan anda, kekalahan anda, kerugian anda dan ketakutan anda; semua itu menjadi penghibur kami, penghibur kesepian kami, pengisi waktu kami.

Sebelum kami berjumpa dengan Robb kami, dengan membawa bendera kemenangan.
Kami yakin Rabb kami penuhi janji, kami yakin Al Qur`an benar adanya, kami yakin sabda Rasululloh, kami yakin Islam akan selalu berkibar dan menyebar serta menjadi yang terbenar.

Setiap tetes darah kami di sini, adalah janji syurga dan kemenangan akhirat semakin mendekat. Setiap peluh keringat kami di sini, adalah yakin membersihkan tanah Islam yang telah ternajisi tapak-tapak kaki anda. Pekikan kami adalah lagu-lagu suci, pengagung yang Teragung.

Takbeeer!!!


24 Rabi`uts Tsani 1427 H


Sumber: Ar Rahmah Media

~

Syair Berdarah

Serpihan angin keasingan menerpa ksatria jihad dinegri Indonesia sejak gemuruh hati bergejolak memanaskan sumbu keimanan yang terpancar dari sudut kesedihan tak berujung, menyapu bersih kotoran kehinaan yang terselubung dibalik bingkai kepengecutan dari insane yang tak mempunyai sakit hati melihat camar yang biasa terbang bebas kini tertawan disangkar kezdaliman yang meluluh lantakan sendi kepiluan. Senjata dan belati terganti dengan pena dan kertas kemudian jari-jemari berceloteh menceritakan manisnya garam dan pahitnya madu.

Seonggok tubuh lemas dipapah oleh darah dan air mata menyisakan gumpalan kekecewaan dari desingan suara nyaring yang datang dari kesejukan alam kelalaian. Ujung jari, ujung rambut dan ujung kuku kini merasakan sakitnya sebuah penindasan. Kemudian suara lirih tanpa henti terus memuji sang pemilik Arsy yang agung. Ribuan tabib menawarkan obat mujarab yang diperoleh dari kotoran air sampah yang seolah-olah menyembuhkan, mata tidaklah buta hati tidaklah tertutup rasa tidaklak hilang untuk melihat keasliannya.

Aku akan bercengkrama dengan keasingan ditemani mataku yang selalu basah darahku yang terus mengucur. Wahai engaku yang melihat pajar bersinar dipagi hari, wahai engkau yang melihat rembulan bercahaya dimalam hari. Setiap pentas dijagad raya ini akan berahir setiap cerita pasti tamat. Sang pemilik alam akan menggulung jagad ini dalam genggaman tangan kanan-Nya yang perkasa.

Cobalah engkau melihat dengan kedipan matamu ummatmu digiring seperti gerombolan domba yang diarak menuju lapangan kemudian mereka dipaksa memakan sampah. Dipaksa meminum nanah yang diperah dari binatang yang sudah membusuk dan menjadi bangkai. Lihatlah dengan mata kaki yang menyapu pakaian keangkuhanmu berjalan melewati bau yang menyengat dari mayat-mayat saudaramu yang bergelimpangan, akan tetapi kusaksikan engkau berlari meninggalkan mayat saudaramu dalam keadaan hina menuju wewangian dan tumpukan harta. Menyesal sekali mata ini melihat engkau berlalu dengan menutup hidung dan mulutmu dan menyinkapkan kain kebesaranmu karena takut dihinggapi lalat-lalat yang mengerumi mayat saudaramu. Jika engkau tidak sudi dengan pemandangan ini maka berlalulah dicelah celah mayat ini.

~

Kupinang Engkau Dengan Syahadah

Oleh: Abdullah Amani Syahid

Wahai saudaraku ….

Andai kau tahu
Debu yang menempel pada kakimu fie sabilillah
Dapat menyelamatkanmu dari neraka Jahannam
Kenapa kau tinggalkan jihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau faham
Sekejap dalam medan jihad
Dapat mengharuskanmu menikmati kenikmatan
dan keindahan Jannatun Na’im
Kenapa memilih selain jihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau mengerti
Berak dan kencingnya kudamu fie sabilillah
Bernilai pahala bagimu disisi Robmu
Kenapa bimbang untuk berjihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau tahu
Timah panas yang mengoyak tubuhmu dapat menghantarkanmu memeluk mesra Bidadari jelita
Kenapa takut berjihad ….. ???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau faham
Dentuman Bom yang mencabik-cabik dagingmu dapat menyibukkanmu bercanda ria di pangkuan Bidadari jelita selama berpuluh-puluh tahun tanpa bosan
Kenapa ragu untuk berjihad …..???!!!
Wahai saudaraku …..

Andai kau mengerti
Ledakan Mortir yang meremukkan tulang belulangmu dapat menghantarkanmu berbaring mesra di atas kasur dalam kamar mempelai bersama bidadari yang tidak pernah
hilang keprawanannya
Kenapa enggan berjihad …..???!!!

Wahai saudaraku …..

Andai kau faham
Tetesan darah pertama yang kau tumpahkan di medan jihad dapat menghapuskan semua dosa-dosamu
Tidak ada pilihan lain bagimu selain jihad …..???!!!

Duhai saudaraku …..

Seandainya engkau faham ……
Seandainya engkau mengerti ……
Seandainya engkau tahu …..
Seandainya engkau berakal …..
Engkau pasti memilih jihad …..


Bumi Allah, 12 Robiuts Tsani 1425 H


--------------------------------------------------------------------------------------

Sumber: Tarjamah Buku "MIN QOSHOSHI AS SYUHADAI AL ‘AROBI"

~